JOURNAL

Sabtu, 10 November 2012

Lemari Besi Kerajaan Siak Sri Indrapura Provinsi Riau Menanti Juru Pembukanya


 
Riau- Lemari besi umumnya digunakan untuk menyimpan harta berharga para pemiliknya. Namun, ternyata ada sebuah lemari besi milik kerajaan Siak Sri Indrapura, Riau, yang tidak pernah bisa dibuka hingga saat ini.

Pantauan detikcom di istana Kerajaan Siak Sri Indrapura, kabupaten Siak, Riau, Jumat (9/11/2012), sebuah istana berwarna kuning gading yang telah berdiri ratusan tahun disebut-sebut menyimpan harta tak ternilai baik materil maupun imateril. Uniknya, dibalik keindahan benda-benda yang dipamerkan ada sebuah lemari besi besar yang kokoh dan tidak bisa dibuka.

Lemari besi yang tersimpan secara terbuka di bagian belakang istana berwarna hitam dengan ukuran 0,5 x 1,2 meter tampak biasa saja. Di balik dinginnya lemari yang knopnya telah dibongkar dan berbobot sekitar 300 kilogram tersebut ternyata tidak pernah bisa dibuka.

"Tidak pernah dibuka karena kuncinya dibuang ke laut oleh Sultan Syarif Khasim II Siak yang terakhir, waktu menjadi penasehat Presiden Soekarno, tahun 1945-1950," kata pemandu rombongan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan bernama Udin saat melihat-lihat museum kebanggaan warga Siak tersebut.

Udin menjelaskan keturunan kerajaan Siak berhenti pada Sultan Syarif Khasim II, walau punya dua isteri dan dua selir. Entah karena alasan apa, Sultan membuang kunci tersebut dibuang ke sungai Siak yang terkenal sangat dalam.

"Sultan terakhir tidak punya keturunan, baik dari 2 permaisurinya maupun 2 selirnya, jadi ada 4 tidak ada keturunannya," ujar Udin.

Udin mengisahkan lemari besi tersebut pernah di bawa ke Jakarta dan akhirnya dipulangkan ke tanah Riau untuk mengambil kuncinya. Namun dalam perjalanan ke tanah Riau, Sultan membuang kunci tersebut.

"Saat hendak mengambil kunci di Siak dari Jakarta, itulah Sultan membuangnya ke sungai," ujar Udin.

Kisah menarik terkait lemari besi tersebut juga disampaikan oleh kepala rumah tahanan Siak yang telah bertugas selama 1 tahun bernama Hensah. Beragam cerita selama ia bertugas di Siak tentang lemari besi tersebut sangatlah tak masuk akal.

"Jadi sudah diupayakan oleh pihak keturunan kerajaan maupun pemda Siak untuk membuka brankas tersebut dengan mendatangkan ahli kunci dan orang pintar. Namun, segala upaya yang mereka lakukan tidak ada satu pun yang bisa membuka," ujar Hensah.

Hensah menjelaskan lemari besi tersebut telah dibor, dilas, dicongkel, bahkan didoakan, namun tidak ada yang bisa membukanya. "Bahkan ada cerita satu orang pintar yang terpental saat mendoakan lemari besi tersebut menyisakan retakan di salah satu dinding istana," papar Hensah.

Sayembara untuk siapa saja yang mampu membuka dan mengungkap rahasia di balik lemari besi tersebut telah ada sejak tahun 1950an dan masih berlaku hingga kini. Namun, upaya dengan menggunakan bahan peledak sangat dihindari mengingat usia benda-benda misterius di dalam lemari besi tersebut.

"Sampai sekarang pemerintah masih memberlakukan sayembara kepada siapa pun yang bisa membuka brankas tersebut. Isinya ya bisa saja aset nasional di negeri seberang atau misteri penyerahan kedaulatan NKRI, tapi saya tidak tahu juga," ujar Hensah.

Rombongan Ditjen PAS Kemenkum HAM yang datang bersama para wartawan dari Jakarta tampak sangat tertarik dengan kisah lemari besi yang tidak bisa dibuka tersebut, termasuk Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sihabudin yang tampak mengetuk-ketuk lemari tersebut dan berfoto bersama lemari tersebut. Lemari besi itu kini menunggu orang yang tepat yang mampu mengungkap harta nasional bangsa Indonesia tersebut, apakah Anda orangnya?


Sumber:
Detik.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Thank You