JOURNAL

Selasa, 06 November 2012

Bupati Kenalkan Asset Budaya Kampar, Masjid Jami Kenegerian Rumbio Jaya


Bupati Kampar H Jefry Noer bersama Wakil Ketua DPRD Kampar, Hj Eva Yuliana, Sabtu (14/7) ketika mendapat kunjungan dari stasiun televisi swasta yang membawa program “In-Lightening Indonesia” (Indonesia Bersinar).
BANGKINANG,MIMBARRIAU-Kabupaten Kampar memiliki beraneka ragam Budaya dan peninggalan Budaya  dari orang tua dahulu yang sangat banyak serta Adat Istiadat namun semua itu kurang di kenal  disebabkan kurangnya promosi dan aksi dari pelaku Budaya dalam mengenalkan kebudayaan ke luar Daerah, karena itu mendapat perhatian dari pihak luar untuk menggali dan melestarikannya kembali.
Ungkapan tersebut disampaikan Bupati Kampar H Jefry Noer bersama Wakil Ketua DPRD Kampar, Hj Eva Yuliana, Sabtu (14/7) ketika mendapat kunjungan dari stasiun televisi swasta yang membawa program “In-Lightening Indonesia” (Indonesia Bersinar) berkeliling mengunjungi Masjid Jamik Kenegerian Rumbio Jaya, Masjid Jamik AirTiris dan ke Markaz Islamic Center Bangkinang untuk pengambilan syuting  video yang mengangkat sisi kebudayaan dan falsafah  daerah serta  untuk kelestarian budaya yang mulai pudar ditelan kemajuan zaman yang dipadukan nuansa religius budaya Islam bersamaan dengan akan masuknya Bulan suci Ramadhan.
Pertamanya Jefry Noer yang didamping Wakil Ketua DPRD Kampar Hj.Eva yuliana menjelaskan keberadaan mesjid Jamik Kenegerian Rumbio Jaya sebagai salah satu situs bersejarah di kampar tidak terlepas dari  peran pemimpin terdahulu, yang mana masalah agama dan akhlak haruslah menjadi prioritas utama seorang pemimpin dan dimulai dari dirinya sendiri ketika menjawab Eksanti, artis ibukota Jakarta salah satu dari rombongan dari salah satu stasiun televisi itu.
Lebih jauh Jefry Noer yang juga didampingi Datuk Godang Kenegerian Rumbio bersama Datuk lainya dan tokoh masyarakat setempat menjelaskan keberadaan masjid jamik ini adalah  masjid adat bersejarah  Desa Pulau Payung Kecamatan Rumbio Jaya merupakan mesjid tertua di Kabupaten  Kampar Propinsi Riau yang dibangun sejak tahun 1658.
Ditambahkan Jefry Noer untuk itu ajaran pemimpin terdahulu haruslah tetap menjadi acuan dan panutan agar adat dan budaya   yang bersendikan sarak, sarak bersendikan Kitabullah/ agama ini tidak lekang oleh gerusan kemajuan zaman dan modernisasi.
Tidak jauh berbeda dengan Masjid Jamik Kenegerian Rumbio Jaya, Bupati dan Wakil Ketua DPRD Kampar ini juga memperkenalkan Masjid Jamik Air Tiris  yang dihiasi dengan ornament di dalamnya yang memiliki nilai budaya yang tinggi, Design bangunan atap juga telah menggambarkan adat budaya masyarakat Kampar ditambah bangunan masjid jamik ini didirikan dengan menggunakan pasak sebagai penguat/penyatu kayu bangunan masjid dan tidak menggunakan paku.
Selain itu, Jefry dan Eva memperkenalkan Bangunan Megah yang ada di pusat ibu kota Bangkinang yakni “Islamic Center” adalah masjid agung menjadi kebanggan masyarakat Kabupaten Kampar yang dibangun pada tahun 2005 lalu.
Jefry menjelaskan bahwa, tujuan dibangunnya Islamic Center itu berlandaskan bahwa mayoritas masyarakat Kabupaten Kampar adalah beragama Islam, maka pemerintah membuat sebuah masjid yang menjadi pusat seluruh kegiatan keagamaan bagi ummat Islam didukung dengan nuansa Islami masyarakat berpakaian muslim juga menjadi tempat persinggahan bagi ummat muslim yang tengah melakukan perjalanan untuk menunaikan ibadah.
Dikatakan Jefry bahwa ragam budaya di Kabupaten Kampar ini, merupakan salah satu fasilitas yang ada berkaitan dengan penerapan pilar pertama dari 5 pilar Bupati Kampar yakni “Peningkatan Akhlak dan Moral” selain itu juga dapat mendukung pilar kedua “Peningkatan Ekonomi Kerakyatan” yang dapat dikembangkan menjadi salah satu objek wisata.
Dilanjutkan Jefry Noer berkenaan pilar ketiga yaitu peningkatan SDM, pilar ke empat peningkatan Kesehatan dan kelima peningkatan Infrastruktur, semua pilar dijalankan secara simultan/ berbarengan dan tidak ada yang didahulukan dalam upaya Pemda Kampar yang saat ini sedang menggalakkan program percepatan pembangunan dalam memajukan Kabupaten Kampar agar terlepas dari kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh dengan program 5 pilar pembangunan
Sementara Wakil Ketua DPRD Kampar H.Eva Yuliana mengatakan dengan program  melestarikan Budaya Daerah khususnya saat ini di Kabupaten Kampar, diharapkan budaya yang  sudah lama terpendam dapat terangkat kembali  dan dikenal masyarakat luar serta untuk menjadi pemahaman bersama bahwa Kabupaten Kampar mempunyai beragam budaya.
Eva juga menyampaikan rasa apresiasi kepada pihak   media yang sudah memberikan perhatian khusus terhadap kelestarian budaya Bangsa khususnya kabupaten kampar dan selaku Mitra Pemda Kampar siap mendukung semua kegiatan pemerintah yang berkaitan dengan memajukan Kebudayaan dan mempromosikan Daerah





Sumber
Mimbar Riau

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Thank You