JOURNAL

Rabu, 20 April 2011

Pembangunan Pasar Inpres Akan Digesa

BANGKINANG (RiauInfo) - Pembangunan peremajaan pasar Inpres Bangkinang menjadi perhatian serius Pemkab Kampar. Bupati meminta pembangunan pasar ini segera dilakukan dan digesa pelaksanaannya. Bahkan Bupati meminta untuk dijadwalkan dalam waktu dekat diadakan pertemuan segitiga antara asosiasi pedagang, Pemkab dan developer yang didahului pertemuan dengan developer untuk menentukan harga unit dengan range harga minimum dan maksimum.

Hal ini ditegaskan oleh Bupati Kampar H Burhanuddin Husin saat memimpin rapat koordinasi terbatas pembahasan peremajaan Pasar Inpres Bangkinang dan beberapa persoalan lain yang mendesak untuk segera diselesaikan, Rabu (12/1) diruang rapat Bupati Kampar.

"Pembangunan Pasar Inpres harus terus berjalan. Saya minta pihak terkait untuk segera mengadakan pertemuan untuk membahas persoalan maupun kemajuan yang telah dicapai Adakan pertemuan jika ada kebuntuan maupun kendala yang dihadapi karena bagaimanapun peremajaan pasar Inpres Bangkinang harus berjalan. Akomodir kebutuhan dan keinginan pihak-pihak terkait terutama pedagang karena bagaimanapun pasar ini kita bangun juga untuk para pedagang," ujar Burhanuddin.

Bupati meminta pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) segera dibuat kalau perlu dalam bulan ini. Ditekankan Burhanuddin pada Dinas Pasar untuk memperhatikan pedagang K-5 karena TPS yang dibangun dibuat seperti pasar vestifal yang lebih bersih, nyaman dengan tetap berpegang pada konsep pasar tradisonal namun tetap tertata dengan rapi.

"Begitu juga berkenaan dengan persoalan parker, Dinas Perhubungan untuk memperhatikan persoalan terminal dimana areal terminal transit (pemberhentian sementara) angkot dibuat. Oleh karena itu undang semua pihak terkait dan harus dipertegas dan diberitahukan kepada pedagang bahwa bahwa TPS itu gratis," tambah Bupati Kampar.

Selain mengevaluasi masalah pembangunan pasar Inpres, Bupati juga membahas persoalan lain seperti kegiatan PT. Kamparicom kedepan. Mempelajari secara hukum untuk mengevaluasi kerjasama dengan PT. Bonekom Budidaya Kampar (BBK) dengan beberapa alternatif seperti adanya rapat umum pemegang saham(RUPS) luar biasa untuk mengevaluasi kegiatan 2010.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Thank You