JOURNAL

Minggu, 02 Desember 2012

Takkan Zapin Hilang di Bumi

PEKANBARU (Riau Propinsi) - Temu Zapin Asean (TZA) usai sudah. Penampilan grup zapin asal berbagai daerah di Riau dan negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam terbilang beragam dan kreatif. Paling tidak, Sabtu (1/12) malam tadi semua grup tampil maksimal sebagai pengembangan zapin hari ini.

Taratak Indonesia Dance Company Jambi asuhan tokoh tari Indonesia Tom Ibnur menampilkan ‘’Dana Pecah Delapan’’. Dana merupakan merupakan nama lain zapin yang populer di Jambi. Salah satu pola gerak yang ada dalam berbagai dana adalah ‘’pecah delapan’’ dan pola ini dikembangkan Tom Ibnur sebagai satu komposisi tari zapin yang baru. Delapan penari pendukung tampil dengan gerak yang cukup menarik, ditambah dengan gerak kreasi yang mengalir bak air sungai.

Para penari mengenakan kostum hitam dengan kopiah hitam berlenggang mengikuti alunan musik yang digarap koreografer asal Riau Anggara Satria dan kawan-kawan dan ditingkahi suara merdu Tom Ibnur. Tampil pula grup asal Brunai, ‘’Zapin Laila Sembah’’ karya Datin Dra L Anastasya. Dua pasang penari memperlihatkan gerak-gerak yang kreatif dan lebih hidup. Karenanya, grup tersebut mendapat apresiasi tinggi dari ratusan penikmat seni, terutama zapin yang memadati Gedung Teater Tertutup Anjung Seni Idrus Tintin. Selain itu tampil pula Lentik Dance Riau (LDR), Kumpulan Seni Seri Melayu, PLT Laksemana (Pekanbaru), Sekar Group Kuala Lumpur-Malaysia, Sanggar Batin Sembilan-Bengkalis, Elcis Production Medan-Sumatera Utara.
Takkan Zapin Hilang di Bumi
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Riau Said Syarifuddin saat menutup helat tersebut mengatakan, Temu Zapin ASEAN merupakan upaya untuk mengembangkan tari tradisi yang berkembang di bentangan Melayu di dunia. Paling tidak, upaya ini akan membuat tari zapin lebih populer di tengah-tengah masyarakat, terutama Riau. ‘’Takkan zapin hilang di Bumi,’’ ungkapnya.

Tom Ibnur sebagai salah seorang tokoh tari Indonesia dan pihak yang aktif dalam pembentukan Zapin Center Indonesia menyambut gembira atas banyaknya penikmat dan pelaku zapin. Perkembangan zapin dalam masyarakat tradisi di daerah, serta perkotaan cukup menggembirakan. Pelaku, baik tradisi maupun di perkotaan dengan zapin yang dikreasikan tak pernah putus. Namun pengembangan zapin di perkotaan, menimbulkan kekhawatiran sebab pelaku yang muda-muda belum memahami secara mendalam.

‘’Pembentukan Zapin Center Indonesia adalah upaya untuk melestarikan zapin, terutama di Riau. Kita berupaya untuk mendokumentasikan yang tradisi terlebih dahulu. Sehingga tradisi tetap terpelihara sehingga dikenal luas sehingga pengembangan zapin cukup berdasar dan tidak asal-asalan,’’ ungkap Tom Ibnur.

Dipaparkannya, kerja Zapin Center Indonesia adalah untuk mendata zapin tradisi di Riau. Ini upaya untuk memperkenalkan kembali kepada masyarakat luas. Hal itu bisa dilakukan dengan berbagai aktivitas seperti bengkel kerja dan festival. Namun zapin perlu diperkenalkan ke sekolah-sekolah, komunitas dan institusi pemerintah maupun swasta. ‘’Ini merupakan usaha bersama dan bukan saja Zapin Center Indonesia. Jangan zapin dilecehkan atau terhinakan karena salah kaprah,’’ kata Tom.
Sehari sebelumnya, tampil grup asal Kepri, Rohil, Bengkalis, Meranti dan Pelalawan.


Sumber

Riau Pos

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Thank You