JOURNAL

Sabtu, 28 Mei 2011

PSIKOLOGI REMAJA

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Belajar ataupun bekerja pada bidang-bidang yang diminati terlebih lagi didukung dengan bakat serta talenta yang sesuai, akan membawa gairah dan msmberi kenikmatan dalam mempelajari atau menajalaninya. Sayangnya sering kali remaja memilih suatu jurusan atau bidang studi karena terbawa dan ikut teman-temannya atau memilih bidang yang sedang popular, tanpa sempat mencerna lebih dahulu dan memahami bidang yang dipelajari, menjadi apa setelah selesai sekolah lebi jauh lagi mengenali bidang pekerjaan seperi apa yang digelutinya sesuai dengan latar belakang pendidikannya tersebut. Mengembangkan minat dan bakat bertujuan agar seseorang belajar atau dikemudian hari bisa bekerja dibidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta minat dan bakat yang dimilikinnya sehinggah mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal penuh antusias.
B. RUMUSAN MASALAH
 apakah konsep diri remaja itu ?
 bagaimana perkembangan konsep diri remaja?
 Apa-apa saja jenis konsep diri remaja ?
 Apa saja aspek-aspek konsep diri remaja ?
 Apa fungsi dari konsep diri ?
 Apa pengaruh konsep diri terhadap tingka laku ?



BAB I
PEMBAHASAN
KONSEP DIRI REMAJA
A. Pengertian konsep diri remaja
Cara pandang individu terhadap dirinya akan membentuk suatu konsep tentang dirinya sendiri. Konsep tentang diri merupakan hal yang penting bagi kehidupan individu karena konsep diri menentukan bagaimana individu bertindak dalam sebagai situasi. Konsep diri juga dianggap sebagai pemegang peranan kunci dalam pengintegrasian kepribadian individu, didalam memotifasi tingka laku serta didalam pencapaian kesehatan mental.
Berdasarkan penjelasan diatas , dapat disimpulkan bahwa konsep diri merupakan suatu hal yang sangat penting dalam pengintgrasian kpribadian,memotivasi tingka laku sehingga pada akhirnya akan tercapainya kesehatan mental. Sehingga pada akhirnya akan didefenisikan sebagai gambaran yang ada pada diri individu yang berisikan tentang bagaimana individu melihat dirinya sendiri sebagai pribadi yang disebut dengan pengetahuan diri ,bagaimana individu merasa atas dirinya yang merupakan penilaian diri sendiri serta bagaimana individu menginginkan diri sendiri sebagaimana manusia yang diharapkan. Konsep diri dapatkan difenisikan lebih rinci sebagai berikut :
 Menurut Brehm & Kassin, 1993 konsep diri adalah keyakinan yang dimiliki individu tentang atribut (cirri-ciri sifat) yang dimiliki.
 Menurut Worrchel, 2000 konsep diri diartikan sebagai pengatahuan dan keyakinan yang dimiliki individu tentang karakteristik dan ciri-ciri pribadinya.
 Sedangkan menurut dfenisi lain bahwa konsep diri merupakan semua perasaan dan pemikiran seseorang mengenai dirinya sendiri . hal ini meliputi kemampuan.karakter diri,sikap,tujuan hidup,kebutuhan dan penampilan diri.
 Menurut Brooks konsep diri adalah pandangan dan perasaan individu tentang dirinya sendiri yang bersifaat psikologis, social dan fisik.

B. Perkembangan konsep diri remaja
Konsep diri berasal dan berkembang sejalan pertumbuhannya. Ketika individu lahir, tidak memiliki pengetahuan tentang dirinya serta tidak memiliki penilaian terhadap dirinya sendiri. Dalam perkembangan konsep diri, yang digunakan sebagai sumber pokok informasi adalah interaksi individu dengan orang lain. Antara lain :
1) Orang tua adalah kontak social uang paling awal yang dialami oleh seseorang danpaling kuat.
2) Kawan sebaya menempati posisi kedua setelah orang dalam mempengaruhi konsep diri.
3) Masyarakat sangat mementingkan fakta-fakta yang ada pada seorang anak sehingga hal ini sangat berpengaruh terhadap konsep diri yang memilki oleh seorang individu.
Menurut Rini (2004:1) konsep diri terbentuk melalui proses belajar sejakmasa pertumbuhan seorang manusia sejak kecil hingga dewasa. Lingkungan, pengalaman dan pola asuh orang tua turut memberikan pengruh yang signifikan terhadap konsep diri yang terbentuk. Sikap atau respon orang tua dari lingkungan akan menjadi bahan informasi bagi anak untuk menilai siapa dirinya. Perkembangan konsep diri adalah proses sepanjang hidup. Setiap tahap perkembangan mempunyai ektivitas spesifik yang membantu setiap individu dalam mendembangkan konsep diri yang positif.



C. Jenis-Jenis Konsep Diri
Menurut William D .Brooks bahwa dalam menilai dirinya seseorang ada yang menilai positif dan ada yang negative. Maksudnya individu tersebut ada yang mempunyai konsep diri yang positif dan negative.
Tanda-tanda individu yang memiliki konsep diri yang positif adalah :
 Yakin akan kemampuan dalam mengatasi masalah. Orang ini mempunyai rasa percaya diri sehingga merasa mampu dan yakin untuk mengatasi masalah yang dihadapi, tidak lari dari masalah,dan percaya bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.
 Merasa setara dengan orang lain. Ia selalu merendah diri,tidak sombong, mencelah atau meremehkan siapapun, selalu menghargai orang lain.
 Menerima pujian tanpa rasa malu. Ia menerima pujian tanpa rasa malu tanpa menghilangkan rasa merendah diri, jadi meskipun ia menerima pujian ia tidak membanggakan dirinya apa lagi meremehkan orang lain.
 Mampu memperbaiki karena ia sanggup mengungkapkan aspek-aspek kepribadian tidak disenangi dan berusaha mengubahnya. Ia mampu untuk mengintropeksi dirinya sendiri sebelum mengintropeksi orang lain, dan mampu untuk mengubahnya, menjadi lebih baik agar diterimah dilingkungannya.
Tanda-tanda individu yang memiliki konsep diri negative adalah :
 Peka terhadap kritik. Orang ini sangat tidak tahan kritik yang diterimahnya dan mudad marah atau naik pitam, hal ini berarti dilihat dari factor yang mempengaruhi dari individu tersebut belum dapat mengendalikan emosinya, sehingga kritikan dianggap sebagai hal yang salah. Bagi orang seperti ini koreksi sering dipersepsi sebagai usaha untuj menjatuhkan harga dirinya. Dalam berkomunikasi orang yang memiliki kosep diri negative cenderung menghindari dialog yang terbuka, dan bersikeras mempertahankan pendapatnya dengan berbagai ligika yang keliru.
 Cenderung bersifat hiperkritis. Ia selalu mengeluh, mencela atau meremehkan apapun dan siapapun.
 Cenderung merasa tidak disenangi oleh orang lain.
 Bersikap pesimis terhadap kompetisi. Hal inni terungkap dalam kengganannya untuk bersaing dengan orang lain. Dalam membuat perestasi. Ia akan menganggap tidak akan berdaya melawan persaingan yang merugikan dirinya.

D. Aspek-aspek konsep diri remaja
Konsep diri merupakan gambaran mental yang dimiliki oleh seorang indivdu . gambaran mental yang dimiliki individu memeliki tiga aspek yaitu pengetahuan yang memilki individu mengenai dirinya sendiri, pengharapan yang dimiliki individu untuk dirinya sendiri serta penilaian mengenai diri sendiri.

E. Fungsi konsep diri
Dalam konsep diri ini terdapat beberapa fungsi antara lain :
1) Penilaian diri merupakan pandangan diri terhadap pengendalian keiniginan dan dorongan-dorongan dalam diri dan suasana hati yang sedang kita hayati seperti bahagia, sedih atau cemas.keadaan ini akan mempengaruhi konsep diri kita positif atau negative.
2) Penilaian social merupakn evaluasi terhadap bagaimana individu menerima penilaian lingkungan social pada dirinya. Adapun pandangan lingkungan pada individu seperti si Gendut, si bodoh atau si nakal akan menyebabkan individu memiliki konsep diri yang buruk terhadap dirinya.
3) Konsep lain yang terdapat dalam pengertian konsep diri adalah self image atau citra diri yaitu merupakan gambaran siapa saya.

F. Konsep diri dan penyesiain diri remaja
1. Konsep diri remaja
Konsep diri memiliki peranan penting dalam menentukan perilaku individu yaitu sebagai cerminan bagi individu dalam memandang dirinya. Individu akan beraksi terhadap lingkungannya sesuai dengan konsep dirinya, menurut Burns (1993) pembentukan konsepp diri memudahkan inetraksi social individu yang bersangkutan dapat terhadap reaksi orang lain.
2. Penyesuaian diri remaja
a. Pengertian penyesuaian diri :
 Penyesuaian berarti adaptasi : dapatkan mempertahankan eksitensinya bisa memperoleh kesejahteraan jasmani dan rohani.
 Penyesuaian dapat diartikan sebagai konformitas yang berarti menyesuaikan Sesutu dengan standar atau prinsip.
 Penyesuaian dapat diartikan sebagai penguasaan , yaitu memiliki kemampuan untuk memuat rencana dan mengorganisasi respon sedemikian rupa.
 Penyesuaian dapat diartikan pengusaan dan kematangan emosional.
b. Proses penyesuaian diri :
Penyesuaian yang sempurna terjadi jika manusia selalu dalam keadaan seimbang antara dirinya dengan limgkungannya dimana tidak ada lagi kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan dimana semua fungsi organisme beri alan normal, individu dikatakan tidak berhasil dalam melakukan penyesuaian diri apabila ia dapat memenuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar atau apabila dapat diterimah oleh lingkungan tanpa merugikan atau menganggu lingkungannya.
c. Karakteristik penyesuaian diri :
Ada individu-individu yang dapat melakukan penyesuaian diri secara positif, namun ada pula individu-individu yang melakukan penyesuaian diri yang salah, berikut ini akan ditinjau karakteristik penyesuaian diri yang positif dan yang penyesuaian diri yang salah.
a. Penyesuaian diri yang positif ;
 Tidak menunjukan adanya ketegangan emosional
 Tidak menunjukan adanya mekanisme-mekanisme psikologis
 Tidak menunjukan adanya frustasi pribadi
 Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan diri
 Mampu dalam belajar
 Menghargai pengalaman
 Bersikap realistis dan objektif
b. Penyesuaian diri yang salah :
Pneyesuaian diri yang salah ditandai dengan berbagai bentuk tingka laku yang serba salah tidak terarah emosional,sikap yang tidak realistis,agresif dan sebagainya ada tiga bentuk reaksi dalam penyesuaian diri yang salah yaitu :
 Reaksi bertahan
 Reaksi menyerang dan,
 Reaksi melarikan diri
d. Factor-faktor yang mempengaruhi proses penyesuaian diri ;
 Kondisi-kondisi fisik, termasuk didalamnya keturunan, konsitusi fisik, susunan saraf,kelenjer, dan system otot, kesehatan, penyakit, dan sebagainya.
 Perkembangan dan kematangan, khususnya kematangan intelektual, social, moral, dan emosional.
 Penentuan psikologis, termasuk didalamnya pengalaman, belajarnya, pengkondisian penentuan diri, frustasi, dan konflik
 Kondisi lingkungan, khususnya keluarga dan sekolah
 Penentuan cultural, termasuk agama.






























BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Manusia tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuaikan diri, maka penyesuaian diri terhadap lingkungan hidup, pertumbuhan dan perkembangan memerlukan proses yang cukup unit. Penyesuaian dapat diartikan adaptasi, konformitas, pengusaan, dan kematangan emosional. Proses penyesuaian diri yang tertuju pada pencapaian keharmonisan antara factor internal dan eksternal anak sering menimbulkan konflik tekanan, frustasi, dan berbagai macam prilaku untuk membebaskan diri dari ketegangan. Kondisi fisik, mental dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh factor-faktor lingkungan dimana kemungkinan akan berkembang proses penyesuaian yang baik atau salah. Selain factor lingkungan, factor psikologis kematangan, kondisi fisik dan kebudayaan juga mempengaruhi proses penyesuaian diri. Penyesuaian diri adalah suatu proses. Salah satu ciri pokok dari kepribadian yang sehat mentalnya ialah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuaian diri secara harmonis baik terhadap diri sendiri maupun terhadap dirinya. Proses penyesuaian diri dipengaruhi oleh beberapa factor antara lain : kondisi fisik, tingkatan perkembangan dan kematangan, factor fisikologis, lingkungan dan kebudayaan.
B. SARAN
Saran untuk penulis yaitu agar bisa membuat makalah dengan baik dan bagus serta berkarya terus karena tidak bukan makalah saja yang karya tulis banyak yang lain lagi untuk menambah ilmu tentang menulis dan untuk pembaca dan bacalah makalah ini dengan seksama dan pahami isi makalah serta isi dari makalah ini.














DAFTAR PUSTAKA

Derajat, Zakiah. Kesehatan mental. Jakarta; Gunung Agung. 1982
Sarwono, Sarlito Wirawan. Psikologi remaja. Jakarta; Rajawali Pres. 1991
Sarwono, Sarlito Wirawan. Psikologi remaja. Jakarta; PT. Raja Grafindo. 1989
Http//perkembangan konsep diri remaja.com
Http//konsep diri remaja.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Thank You