JOURNAL

Rabu, 20 April 2011

Produksi Padi Kampar Capai 64.789 Ton

Meskipun terjadi penyusutan luas sawah, namun produksi padi Kabupaten Kampar mengalami peningkatan. Hingga akhir 2010 mencapai 64.780 ton.

Riauterkini-BANGKINANG- Ternyata akhir 2010 lalu produksi padi di wilayah Kabupaten Kampar mencapai 64.789,28 Ton/GKG (Gabah Kering Giling). Capaian ini melonjak drastis bahkan lebih dari dua kali lipat dari produski pada 2006 yang hanya mencapai 31.658,95 Ton/GKG. Dari jumlah itu, produksi padi yang berhasil dikonversi menjadi beras juga mengalami kenaikan cukup tajam. Jika 2006 hasil konversi hanya 20.372,53 Ton, maka 2010 menjadi 40.934,10 ton.

‘’ Bukan hanya itu, jika empat tahun lalu tersebut produktivitas per hektar hanya mencapai 4,07 Ton/Ha, maka 2010 berhasil ditingkatkan menjadi 5,14 Ton/Ha. Dengan angka ini disebutkan Burhanuddin maka deficit atau kekurangan beras berhasil ditekan menjadi 33.360,17 dari 42.206,19 ton atau setara dengan 44,39% lebih,’’ ungkap Bupati Kampar, Drs. H. Burhanuddin Husin MM, saat memberikan pengarahan pada acara peresmian pemakaian Rice Milling Unit Uwai Jaya sekaligus pelantikan pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Kampar, Kamis (27/1/11) di Desa Uwai, Kecamatan Bangkinang Seberang.

Keberhasilan itu bukan tanpa permasalahan, sejumlah kendala masih perlu penanganan yang lebih serius dan intens. SDM yang rendah mengakibatkan juga rendahnya tingkat serapan teknologi oleh masyarakat. cara pemupukan yang tidak seimbang dan tidak tepat, kecendrungan menggunakan bibit lokal serta tingkat kehilangan hasil yang masih tinggi juga turut menyulitkan dalam menaikkan produktifitas tanaman pangan terutama padi.

Bupati menyampaikan rasa prihatin atas alih fungsi lahan yang dilakukan oleh petani tanpa melakukan perhitungan yang matang. Padahal menurut hitungan secara ekonomi komoditi pertanian saat ini sangat menjanjikan bahkan sangat menguntungkan. Petani yang telah melakukan alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit juga bayak mengalami kerugian akibat hanya mencoba-coba tanpa dibekali pengetahaun yang tepat mengenai sawit.

”Selain itu, harga gabah jarang turun secara drastis, apalagi saat ini harga beras melambung tinggi,”sebut Bupati Perilaku kaum laki-laki dan anak muda yang jarang mau terjun pada pertanian mendapat sentilan dari Burhanuddin.

Padahal produktifitas kaum laki-laki dan kaum muda jauh lebih tinggi dibandingkan kaum perempuan.” Jarang kaum laki-laki dan anak muda yang mau terjun dibidang pertanian. Padahal kaum ibu-ibu yang mengolah lahan pertanian terbatas waktu dan tenaganya. Namun alahmdulillah dengan segala keterbatasan dan hambatan kita masih mampu menaikkan produksi padi kita,” sebut Bupati pada saat itu juga menyerahkan satu unit hand tractor kepada petani.

Hadir pada acara tersebut Kadis Pertanian Wesrial, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Holtikultura, Aliman Makmur, Kadis PU Cipta Karya, Basry Rasyid, Kadis Perkebunan, Mas Mansur, Sekretaris KTNA Propinsi Riau, Kholili, Camat Bangkinang Seberang, Muhammad dan sejumlah pejabat lainnya serta ratusan petani.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Thank You