JOURNAL

Rabu, 20 April 2011

Bentuk, Fungsi dan Makna pada Rumah Lontiok di Kampar

http://www.fsrd.itb.ac.id/?page_id=102
Zariul Antosa, NIM. 27099011
Bentuk, Fungsi dan Makna pada Rumah Lontiok di Kampar
Penelitian ini dilakukan terdorong oleh keunikan bentuk, serta nilai-nilai yang simbolik yang terkandung pada rumah tradisional Lontiok. Pengolahan material, pilihan bentuk, penggunaan ragam hias dan maknanya diduga berhubungan erat dengan nilai adat serta nilai sosial masyarakat Kampar. Hal ini sangat menarik perhatian penulis untuk menelitinya lebih jauh.
Bentuk, fungsi dan makna rumah Lontiok, merupakan kajian yang bertujuan untuk mengungkap, mendiskripsikan serta mendokumentasikan tentang bentuk rumah tradisional Lontiok, fungsi dan maknanya yang merupakan warisan budaya masa lalu, untuk keperluan masa yang akan datang.
Penelitian ini menggunakan metoda diskriptif kualitatif dengan pendekatan kebudayaan sebagai pijakan untuk menganalisis. Data primer diperoleh melalui observasi terhadap 11 buah rumah Lontiok yang belum banyak mengalami perubahan sedangkan data sekunder didapatkan melalui wawancara dengan nara sumber, serta kajian terhadap literatur yang terkait. Data dikumpulkan kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif yaitu proses penyeleksian data berlangsung dari awal penelitian dan direduksi untuk kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif, tabel, gambar serta rekaman visual. Selanjutnya data ini diinterpretasikan sehingga menghadirkan sebuah kesimpulan.
Penelitian ini menemukan : bentuk rumah Lontiok berasal dari bentuk perahu, hal ini tercermin dari sebutan pada bagian-bagian rumah tersebut seperti : bawah, tengah, ujung, pangkah, serta turun, naik. Dinding depan dan belakang dibuat miring keluar dan kaki dinding serta tutup didinding dibuat melengkung sehingga bentuknya menyerupai sebuah perahu yang diletakkan di atas tiang-tiang. Rumah Lontiok berfungsi sebagai rumah adat dan rumah tempat tinggal. Dibangun dalam satu prosesi panjang yang melibatkan masyarakat luas serta upacara. Struktur bangunannya terdiri atas bagian bawah (kolong), bagian tengah dan bagian atas. Pembagian ini dipengaruhi oleh pemikiran kosmologi tradisi masyarakat Indonesia yang membagi alam atas tiga lapisan yaitu : lapisan atas sebagai tempat tinggal dewa, lapisan tengah sebagai tempat tinggal manusia dan lapisan bawah alam kejahatan. Bagian bawah difungsikan sebagai tempat penyimpanan alat kerja, kayu bakar, hasil kebon, bagian tengah sebagai tempat tinggal manusia yang merupakan harmoni hubungan dunia atas dan dunia bawah, sedangkan bagian atas dijadikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang berharga dan benda-benda pusaka. Ragam hias yang digunakan pada rumah Lontiok terdiri dari bentuk stilasi tumbuh-tumbuhaan, binatang serta bentuk geometris terlihat pada motif bunga kundur,akar pakis, selembayung yang distilasi dari bentuk kepala kerbau, lebah bergantung, pucuk rebung, bintang dan lain-lain. Makna tersimpan dibalik bentuk bangunan, ragam hias, simbol-simbol yang terdapat pada komponen bangunan yang hanya dapat dipahami dalam konteks budaya masyarakat Kampar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Thank You