JOURNAL

Sabtu, 17 April 2010

Terong Belanda

Kini sayuran terung Belanda memang cukup akrab dijumpai dipasaran. Selain sebatas dimanfaatkan sebagai masakan, dibalik kesegaran daging buahnya yang mengandung banyak air dan vitamin C ini tersimpan banyak manfaat.

Usut punya usut terung Belanda (cyphomandra betacea) atau terung kori, terong madras dikenal juga dengan nama salanun kabiu mulai dikembangkan di Bogor, Jawa Barat sejak tahun 1941. Mungkin pertama kali dibawa dan dikembangkan di Indonesia oleh orang Belanda pada saat itu sehingga dikenal dengan nama terung Belanda.

Manfaat dan Kandungan Gizi

Buah terung Belanda tekstur dagingnya keras, kulitnya licin dan liat sehingga mudah dikelola. Selain bisa dikonsumsi dalam bentuk mentah, rasa terung Belanda yang segar juga enak diolah sebagai campuran sayuran.

Buah mentah dapat digunakan untuk masakan acar, kari ataupun sambal sedangkan buah matang untuk sirup atau rujak. Cocok juga diolah menjadi sirup, selai, minuman juice atau menjadi bahan campuran salad.

Terung Belanda selain kaya akan air juga mengandung provitamin A yang bagus untuk kesehatan mata dan vitamin C untuk mengobati sariawan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Mineral penting seperti potasium, fosfor dan magnesium mampu menjaga dan memelihara kesehatan tubuh.

Serat yang tinggi didalam terung Belanda bermanfaat untuk mencegah kanker dan sembelit / konstipasi. Dalam setiap 100 gram bagian terung Belanda yang dapat dimakan mengandung air 85 gram, protein 1,5 gram, lemak 0,006 – 1,28 gram, karbohidrat 10 gram, serat 1,4 – 4,2 gram, abu 0,7 gram, vitamin A 150 – 500 SI dan vitamin C25 mg.
Sumber : http://www.lautanindonesia.com/serbarasa/artikel/in-topic/kesegaran-terung-belanda-yang-menyehatkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Thank You