JOURNAL

Sabtu, 17 April 2010

MASJID PENYENGAT

Penyengat adalah nama sebuah pulau kecil yang terletak tidak jauh dari pulau bintan kepulauan riau. Nama lengkapnya adalah pulau penyengat indra sakti. Pulau ini telah meninggalkan sejarah besar yaitu peninggalan kerajaan melayu yang terletak di tanjung unggat.
Sebagai pusat kerajaan melayu, di sisni masih terdapat peninggalan sejarah, di antaranya adalah sebuah masjid yang masih berdiri dengan megah. Karana tetap di jaga dan sudah beberapa kali mendapat perbaikan, masjid penyengat mulai di bangun tanggal 7 rabi’ul awal 1318 H atau 1803 M oleh raja abdulrahman. Masjid yang ada sekarang ini adalah masjid sebagai pengganti masjid yang di bangun sultan muhammad syah yang di bongkar karena di pindahkan untuk memperindah kota serta pembangunannya di ganti dengan beton.
Selesai sholat idul fitri, raja Abdurrahman mengumumkan kepada seluruh rakyatnya bahwa masjid yang ada akan di pindahkan ketempat lain. Karena itu seluruh rakyat harus ikut bergotong royong untuk pembangunan masjid tersebut. Sultan Abdurrahman adalah seorang raja yang shaleh dan taat serta disayangi rakyatnya, maka apa saja yang diperintahkan raja itu akan dilaksanakan oleh seluruh rakyatnya dengan senang hati. Setiap gotong royong mengerjakan mesjid tersebut ribuan penduduk yang hadir. Mereka datang dari seluruh penjuru kerajaan. Dan mereka yang datang itu bukan untuk bekerja semata, tetapi mereka juga datang memberikan sumbangan bahan makanan, sehingga tak terkira akn banyaknya. Ada yang membawa sayur, ayam, itik, kambing, kerbau yang semua ini dipergunakan untuk orang bekerja. Menurut cerita, karena terlampau banyaknya telur yang disumbangkan penduduk, maka telur itu dicampur dengan semen sebagai adukan, karena itulah warna adukan semen tersebut kekuning-kuningan.
Selama pengerjaan mesjid itu hampir setiap hari raja dan panglima serta pengawalnya datang melihat, bahkan beliau ikut pula bekerja bersama-sama rakyatnya, dia tidak segan-segan memegang alat dan mengaduk semen dan apabila waktu shalat tiba baginda memperingatkan agar pekerjaan diberhentikan dahulu, semua yang bekerja harus mengerjakan shalat, tak seorang pun yang dibolehkan bekerja.
Setelah mesjid tersebut selesai dibangun, maka diberi nama “Mesjid Raya Penyengat”, mesjid raya penyengat termasuk mesjid yang tertua di daerah Riau dan ukurannya : panjang 19,40 meter dan lebarnya 19,20 meter, pada bangunan mesjid penyengat terdapat bagian-bagian tertentu yang mempunyai makna tertentu atau sebagai simbol, diantaranya :
1.     Empat buah tiang besar terdapat dalam ruangan mesjid merupakan simbol empat orang sahabat nabi, yaitu : Abu Bakar Shiddiq, Umar Bin Khatab, Utsman Bin Affan dan Ali Bin Abu Thalib.
2.    Ka’bah yang berjumlah 13 mengandung makna tentang rukun shalat 13
3.    Ka’bah yang 13 ditambah 4 buah menara menjadi 17 melambangkan arti jumlah rakaat shalat fardhu adalah 17 rakaat dalam sehari semalam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Thank You