JOURNAL

Rabu, 27 Mei 2009

Terima Kasih Guruku

Itulah Guruku
Mawar bunga
bagiku bukan arti sepele !!!
bagiku kepercayaan darinya
Itulah guruku

Warna kuat di dalamnya
Mengisi kehampaan hati saya
Kepingan bunga sekitarnya
Sangat terbuka ketika kami meminta
Itulah Guruku

Bunganya harum
Membawa kharisma
Elegannya aksen bunga
Tinggi tingkatannya....................


Terima kasih Guru
Oleh : Ari Satria

03-Mar-2009, 01:59:41 WIB - [www.kabarindonesia.com]
Dirimu adalah pelita
Yang selalu berusaha
Membawa gelap ke arah yang terang....

Semua jasa-jasamu
Tak bisa dibayar
Meskipun dengan uang segunung

Wahai guruku.....!!!
Terima kasih atas semua jasa-jasamu
Yang tak pernah bisa kubalas sampai kapan pun

Kau begitu berarti bagi hidupku...
Sampai kapan pun kutak kan
melupakan semua jasa-jasamu
Dan tak akan pernah lupa....

Wahai guruku.........
Kumohon selalu akan doamu....
sampai akhir hayatku....!

Solok Selatan, 3 Maret 2009





Puisi : Terima Kasih Guru dan Sahabatku

Masuk pada hari Selasa, 17-Juni-2008 - oleh : Ari Satria
Dibaca 5050 kali
Hari demi hari kita lewati bersama
Takan bisa kulupakan
Kenangan indah bersama saling berbagi
Guruku
Mungkin aku hanya bisa mengucapkan kata terima kasih Atas semua jasa-jasamu dan kesabaran mu dalam mendidiku.
Sahabatku
Hanya ucapan terima kasih yang dapat terlontar dari mulutku.
Hari ini mudah-mudahan bukan hari yang terakhir untuk kita
Kita akan selalu bersama
Walau raga kita jauh
Tapi hati kita selalu dekat
Dan aku tak sanggup lagi mengatakan hal lain selain terima kasih ku kepada guru dan Sahabatku..

Puisi :
guruku
Kulihat dirimu diujung sekolah
Berjalan dengan langkah pasti
Buku tebal dan jas jingga
Ikut melengkapi kedatanganmu……
Kulihat dirimu diujung sana
Dengan senyuman yang begitu khas
Senyum yang membawa kedamaian
Mempercikkan harapan serta menyiratkan kasih sayang
Kasihmu tak pernah padam
Meskipun membuat wajahmu merah padam
Adalah kebiasaan kami……
Engkau pun tak pernah lelah
Menuntun kami menjadi manusia berguna
Tanpamu guruku
Apa yang terjadi pada diriku ?


Dari 1 hingga 10, dari a hingga z
Dari huruf menjadi kata
Hingga akhirnya kudapat merangkai kata-kata indah
Dan kini, kupersembahkan untukmu guruku
Tanpamu..., mungkin ku takkan pernah kenal dunia
Dengan ilmu yang kau berikan...
Ku mulai menelusuri waktu
Kini..., aku berdiri sendiri...
Terima kasih guruku...

Terima kasih atas dharma baktinya, membimbing kedua putri kami menjadi anak yang berprestasi
Terima kasih atas segala tuntunan dan tauladan sehingga mereka menjadi putri yang sholehah
Terima kasih untuk transfer ilmu yang berguna
Terim kasih telah menghantarkan Karin dan Aizs menjadi anak yang berakhlak baik.
Terima kasih telah menjadi sahabat hati bagi Karin dan Aizs
Terima kasih atas segala pengorbanan yang kadang terabaikan.
Mohon maaf atas segala kesalahan yang pernah kami perbuat, baik sengaja maupun tak disengaja.
Bagi kami, guru adalah pantas digugu dan ditiru
Terima kasih, Guru

Poems by grade 3Aers
Ari Satria
Terimakasih Guruku (Bu Hesti)
Guruku…
Kau yang mendidikku menjadi anak yang berguna…
Kau yang mengajariku dengan sabar…
Guruku…
Suaramu yang lembut…
Membuat hatiku menjadi tenang…
Wajahmu yang teduh…
Membuatku selalu ingin dalam perhatianmu…
Guruku…
Seribu untaian ucapan terima kasih…
Tidak mampu membalas semua jerih payahmu…
Aku hanya bisa untuk tidak mengecewakanmu…
2. By Rini Fitria
Kenangan Bersama Bu Hesti
Di hari pertama
Lawakan terdengar
Canda tawa berseru
Bersama teman sekelas
Di hari kedua
Pelajaran dimulai
Anak-anak mulai serius menghadapi ujian
Yang tak lama datang
Berhari-hari telah berlalu
Ujian telah selesai
Anak-anak bersedih hati
Karena berpisah dengan bu Hesti
Bu Hesti, engkau selalu di hati kami
Bu Hesti adalah matahari kami
3. By Knight
Guru yang baik hati (Bu Hesti)
Guruku…
Kau telah mengajariku berbagai macam ilmu
Kau telah menjadikanku anak yang pintar
Guruku…
Kau telah memberiku tugas
Kau telah mengajariku pelajaran yang susah
Guruku…
Kau telah mengajariku tugas-tugas yang susah
Kau telah menjadikanku anak yang baik
Terima kasih guruku
4. Story by Aisyah
Meninggalkan kelas 3A
Rasanya berat deh Rizka tinggalin kelas ini.
Emang sih cape sedikit, tulis-menulis terus setiap hari Senin s/d Jumat.
Tapi kayaknya baru masuk kelas 3 A kemarin.
Yah tapi apa boleh buat, semuanya harus naik ke kelas 4.
Terima kasih ya, bu Hesti, karena udah ngajar kami ber-26 dengan baik.
Walau kadang-kadang dimarahin.
Sekali lagi Rizka ngucapin terima kasih.
Selamat tinggal bu Hesti.
We love u mam Hesti.



Puisi Untuk Guruku
Ditumbuhkan dari ketulusan dan jiwa luhur yang senantiasa kaukantungi:
di sini benak masih menggelitik.
Masih kuingat, menu - menu pelajaran yang kauhidangkan pada kami disertai bumbu - bumbu cerita tentang keindahan dan kesopanan, kini tlah habis tersantap

Hafal - hafalan dan rumus -- rumus serta nasihat laksana peluru - peluru yang kaumasukkan pada senjataku 'tuk jelang masa depan 'gar dapatkan kemenangan tiada tara

Tiga tahun sudah tereguk manisnya kekudusan jiwamu
Kaurajang satu - satu dari kami dengan keputihan hati
Kaugelarkan lipatan - lipatan harap sebagai bekal dalam menyongsong zaman

Tiga tahun sudah tereguk manisnya kekudusan jiwamu
Kini, hanyalah potongan puisi yang dapat kami hadiahkan
Namun, walaupun hanya potongan puisi,
biarlah ini dapat menjadi kenangan bahwa di antara kita pernah terjalin sebentuk kasih

Dan perpisahan ini takkan pernah memadamkannya

Perpisahan ini adalah arena uji coba 'tuk artikan dan lukiskan rupa jiwa luhurmu, ketulusanmu dan juga pengabdianmu


GURUKU
Karya: Ari Satria




Guruku,
Kau memberikan banyak ilmu pada kami
Kau memberikan banyak pengalaman pada kami

Guruku,
Tanpa lelah kau mendidik kami
Tanpa lelah kau mengajar kami

Guruku,
Kau akan tumbuh di hati dan jiwa kami
Kau pelita bagi kami

Guruku,
Ku bisa menulis berkat jasamu
Ku bisa membaca berkat dirimu

Ku tatap bulan di atas sana
Ia menyinari malam
Mengajakku mengingatmu

Ku tatap mata hari di atas sana (silau dong Cha hehe....;-) )
Ia menyinari pagi
Menerawang budi baktimu

Guruku,
Jasamu tiada terhingga
Engkau pahlawan sejati



INGATANKU TENTANGNYA (GURU)
Senyum indah menghiasi wajahnya ketika ku tatap wajahnya
Hilang dahagaku yang haus akan ilmu
Dia mengisi dengan kesabarannya
Tak pernah kulihat ia mengerutkan wajahnya karena memang disengaja
Kecuali bila ku salah
itu pun tetap dirangkai dengan senyumnya
Dan membuatku percaya
Seolah ia mengatakan “Semoga aku bisa lebih baik dan tak salah lagi!”
Betapa kucintai dia
Layaknya cintaku pada ibu dan ayahku
Dia guruku!
Guru yang ku sayang!
Tak pernah terpikir olehku untuk menyakiti hatinya
Apalagi kecewa atau marah padaku
Layaknya para guru lain yang gila akan kehormatan
Kehormatan yang selalu mereka agungkan tanpa berpikir “apa salahku?”
Apa karena aku terlihat sama dengan pembuat ulah?

Guruku itu memang beda!
Tetap dia yang kusayang walau ada banyak guru dalam hidupku
Dia yang kuharap selalu ada
Dia yang mengajariku sesuatu
Inspirasiku tak luput dari perangainya
Sabar dan bertanggung jawab
Yang tak hanya mengajar dikelas
Di luar pun ia lakukan
Yang mengajariku betapa penting untuk mencintai sesuatu
Sesuatu yang akan membuka jalan terang dalam hidup
Serius dan konsentrasi pada apa yang telah kita pilih
Bertanggung jawab pada pilihan
Itulah ajarannya padaku
Ajaran seorang guru yang paling kusayang
Ms. Win!
Begitu ia akrab disapa!



Guru (Puisi)
Oleh : Ari Satria

Guru kau adalah seorang pahlawan,

kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Guruku, kau adalah orang yang mulia

kau mengajariku dengan rasa kasih sayang

kau mengajariku dari aku tak pandai menulis dan membaca,

pada waktu itu kebodohan masih ada pada diriku,

biarpun kebodohan masih ada pada dalam

kau tetap mengajariku dengan rasa penuh kasih sayang

dan akhirnya pun kebodohan itu hilang dari dalam diriku.

Pada engkau menerangkan pelajaran kepadaku,

aku bermain–main dan ngobrol

karena aku bermain–main maka pukulan dan omelanpun

engkau berikan kepadaku,

tetapi itu membuat diriku sadar

akan kesalahan yang telah kulakukan terhadap engkau.

Guruku, dengan apakah aku dapat membalas budi baikmu itu?

Apakah cukup aku membalasnya dengan menghormatimu

dan duduk diam pada saat engkau menerangkan pelajaran.

Guruku, doakanlah aku menjadi anak yang berprestasi,

menjadi anak harapan bangsa

dan berguna bagi Nusa dan Bangsa....< Guru kau adalah seorang pahlawan,

kau adalah pahlawan tanpa tanda jasa.

Guruku, kau adalah orang yang mulia

kau mengajariku dengan rasa kasih sayang

kau mengajariku dari aku tak pandai menulis dan membaca,

pada waktu itu kebodohan masih ada pada diriku,

biarpun kebodohan masih ada pada dalam

kau tetap mengajariku dengan rasa penuh kasih sayang

dan akhirnya pun kebodohan itu hilang dari dalam diriku.

Pada engkau menerangkan pelajaran kepadaku,

aku bermain–main dan ngobrol

karena aku bermain–main maka pukulan dan omelanpun

engkau berikan kepadaku,

tetapi itu membuat diriku sadar

akan kesalahan yang telah kulakukan terhadap engkau.

Guruku, dengan apakah aku dapat membalas budi baikmu itu?

Apakah cukup aku membalasnya dengan menghormatimu

dan duduk diam pada saat engkau menerangkan pelajaran.

Guruku, doakanlah aku menjadi anak yang berprestasi,

menjadi anak harapan bangsa

dan berguna bagi Nusa dan Bangsa....

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Thank You